SAFARI RAMADHAN PEMKO SOLOK, TIM VII DENGAN KETUA TIM KAPOLRES. SOLOK KOTA SAMBANGI MASJID AL AMIN TANAH GARAM

PID Humas Polressolokkota – Julukan Kota Beras Serambi Madinah yang melekat dan menjadi identitas Kota Solok, membutuhkan sinergitas dari seluruh elemen masyarakat. Sesuai dengan Visi Kota Solok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021, Terwujudnya Masyarakat Kota Solok yang Beriman, Bertaqwa dan Sejahtera Menuju Kota Pedagangan, Jasa serta Pendidikan yang Maju dan Modern. Hal itu diungkapkan Ketua Tim VII Tim Safari Ramadhan Kota Solok, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.IK, MH, melalui Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, SH di Masjid Al Amin, di Sawah Piai, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Senin malam (21/5).

image

Misi pertama Kota Solok adalah mewujudkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan ABS-SBK “Syara’ mangato adaik mamakai”. Hal ini merupakan identitas Kota Solok yang membuatnya berbeda dengan daerah lain. Mari kita dukung bersama untuk menjadikan Kota Solok sebagai daerah yang diridhai Allah. Setelah keridhaan itu, maka nikmat dan berkah akan diturunkan Allah dari langit,” ujar Kompol Sumintak.

Tim VII Safari Ramadhan Pemko Solok dipimpin oleh Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan diwakili Wakapolres Kompol Sumintak, Ketua Komisi II Daswippetra Dt Manjinjing Alam, Anggota DPRD Kota Solok Nurnisma, Kepala Kesbangpol Fidlywendi Alfi, Kepala Arsip dan Perpustakaan Mursiati, Kepala BPS Hilda, Kepala Jasa Raharja Teguh Afrianto, Anggota KPU Jonnedi, Wakil Ketua DMI Yavis Yandri Tamsin, dan Mubaligh Syamsurijal.

“Kota Solok dengan jargon Kota Beras Serambi Madinah adalah untuk menjadikan masyarakat yang religius. Salah satu program andalan adalah Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) untuk siswa SLTP dann SLTA, diharapkan para orang tua memberikan dukungan penuh. Akhir 2018 nanti, akan dilaksanakan Festival Serambi Madinah antar kabupaten/kota se-Sumbar, Riau dan Jambi. Serta pada 2019, Kota Solok akan menjadi tuan rumah MTQ ke-38 Tingkat Sumbar. Mari kita sukseskan dengan memberikan dukungan aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim VII, Daswippetra Dt Manjinjing Alam, menyatakan Pemko Solok dan DPRD Kota Solok saat ini sedang gencar melakukan pembangunan sektor-sektor strategis. Di antaranya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan anggaran Rp 17,5 miliar. Kemudian pembangunan sarana olahraga, Jalan Lingkar Utara, laydam sungai dan pengembangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Tahun ini, RSUD Kota Solok sudah bisa dipakai, dan 10 gedung dalam kompleks rumah sakit itu ditargetkan tuntas tahun 2019 nanti. Untuk sarana olahraga, jalan dan sungai, tahun segera dapat dimanfaatkan. Untuk PDAM, kita terus melakukan optimalisasi untuk mencukupi kebutuhan. Saat ini, ketersediaan air kita baru di kisaran 160 liter perdetik, sementara kebutuhan kita adalah sekitar 225 liter perdetik,” ungkapnya. 

image

Ketua Masjid Al Amin, Mulyadi Anwar menyatakan saat ini kegiatan fisik dan non fisik masjid terus digenjot. Perbaikan fisik masjid saat ini adalah perbaikan lantai dua, atap dan perbaikan lainnya. Sementara itu, program non fisik meliputi optimalisasi MDA yang memiliki sekitar 100 santri dengan empat guru. Kemudian memaksimalkan masyarakat untuk shalat berjamaah di masjid.

image

Masjid Al Amin menempati peringkat kedua untuk jamaah shalat Subuh terbanyak di Kota Solok. Lalu shalat Maghrib dengan minimal tiga shaf setiap hari. Pada MTQ tingkat Kota Solok pada April lalu, salah satu santri kita atas nama Rasyid, berhasil menjadi juara pertama di cabang tartil Alquran,” ujarnya.

Safari Ramadhan Pemko Solok tahun 2018 ini terdiri dari 12 tim dan mengunjungi 48 masjid se-Kota Solok. Masing-masing tim mengunjungi empat masjid selama empat hari, dari tanggal 21 Mei hingga 24 Mei 2018. Di samping sebagai ajang silaturahmi dan sosialisasi Pemko Solok dan Forkopimda, di setiap masjid yang dikunjungi diberikan bantuan masing-masing Rp 3 juta. (stmudo by Media Patronnews)

Iklan

AIPTU H DALIMI, ANGGOTA POLRI YANG BERTEKAD KUAT UNTUK MANDIRIKAN PONDOK TAKHFIZD AL QURAN GRATIS.

Aiptu H.Dalimi merupakan personil Polri Polsek X Koto Dibawah, Polres Solok Kota Polda Sumbar, umur beliau saat ini sudah 52 tahun, suku Delapan Hindu/Minang, jabatan Kanit Binmas Polsek X Koto Dibawah Polres Solok Kota.
Aiptu H Dalimi yang akrab dipanggil Buya Dalimi tinggal di Jorong Kubang Gajah, Nagari Singkarak Kec.X, Koto Singkarak Kab. Solok.

image

Buya Dalimi menjadi anggota Polri pada tahun 1983.
Riwayat Sekolah umum, tamat SD.03 Koto Sani tahun 1977, tamat SMP.1 Paninjauan tahun 1980, dan tamat MAN.3 Koto Baru Padang Panjang tahun 1983.

keluarga buya H Dalimi, memiliki 1 (satu) orang istri dan 2 orang anak,
Istri, Hj.Janewar, umur 54 tahun, suku Koto/Minang, Rumah tangga, alamat.Kubang Gajah, Nagari Singkarak Kec.X, Koto Singkarak, Kab.Solok.
Sedangkan anak :
1. Novalinda Bhayangkari, umur 32 tahun, suku Koto/Minang, Bidan/PNS, Bidan Desa Jrg Ranah Sumani, alamat Jorong.Kubang Gajah, Nagari Singkarak Kec.X, Koto Singkarak, Kab.Solok.
2. dr.Taufik Rahmat Dhani, 26 tahun, suku Koto/Minang, pekerjaan Dokter RSU Padang Panjang.

Riwayat berdirinya Pondok Takhfizd  Al-Qur’an yang dikelola Aiptu H. Dalimi, awal berdiri tanggal 08 Februari 2015 dan Diresmikan tgl 20-1-2015 oleh Kemenag  Kab.Solok

image

Tujuan berdirinya pondok Takhfizd Al-Qur’an adalah untuk mengabdi kepada masyarakat, Mendidik anak-anak untuk pandai tulis baca Al-Qur’an, Mendidik anak-anak untuk pandai hafalan Al-Qur’an 30 Juz, Peserta didik yg belajar di pondok Takhfiz Al-Qur’an tidak dipungut biaya / gratis.

Jumlah murid Awalnya berdirinya pondok Takhfizd, jumlah murid sebanyak 80 orang, kemudian jumlah murid saat ini sebanyak 60 orang, usia peserta didik 8 tahun s/d 15 tahun, jadwal belajar mengaji, 3 kali setiap Minggu atau 12 kali setiap bulannya, dan Waktu belajar mengaji Setiap hari Jumat,Sabtu
dan Minggu pukul  15.00 s/d 17.00 wib, sedangkan Biaya operasional
Pondok Takhfizd Al Qur’an didapatkan dari hasil pertanian/
kebun dan Hasil menjual gorengan
Tenaga guru mengaji selain beliau juga mendatangkan dari luar,  guru mengaji yang didatangkan adalah Hj.Janewar, -Feri Aprianis,SH, Arif dan Ramadhani.
Honor Guru yang harus dibayarkan oleh Buya Dalimi Rp.500.000/bulan untuk satu orang guru.

Pekerjaan sampingan Buya Dalimi adalah sebagai petani dan peternak sapi.
Kegiatan berkebun dilakukan sejak tahun 1988 hingga sekarang dan usaha Berternak sapi sejak tahun 1997 sampai dengan tahun 2014.

Lokasi ladang Rawang Jorong Ujuang Ladang Nagari Koto Sani Kec.X Koto Singkarak Kab.Solok.
Luas lahan kebun yang dikelola, total 1,5 hektar, Milik mertua 0,5 hektar dan Milik orang lain 1 hektar dengan sistem bagi hasil/
pinjam pakai lahan.
Jarak lokasi ladang/kebun  dari rumah Buya Dalimi lebih kurang 15 Km, 12 Km bisa ditempuh dengan sepeda motor dan 3 Km hanya bisa ditempuh dgn berjalan kaki.

Jenis tanaman yang dirawat/ditanam, pohon cengkeh, pohon Pala, pohon Kulit Manis Akasia pera, tanaman Kunyit, jahe dan Cabe Rawit.
Hasil Panen dari tanaman, Jahe setiap  9 bulan dgn hasil panen
3 ton, Panen Kunyit setiap 12 bulan dgn hasil panen 5 ton, Panen Cabe Rawit Setiap 15 hari dgn hasil panen 123 Kg.

Disamping sebagai anggota Polri, buya Dalimi juga  sebagai guru mengaji  dan penceramah agama.

image

Anggaran pembangunan gedung Mushalla, pondok Takhfizd Al Qur’an dan biaya uruk  tanah. kurang lebih menelan biaya sekitar
Rp.500 Juta (lima ratus juta rupiah) Sedangkan Sumber dana pembangunan gedung berasal dari uang  pribadi/swadaya. (by st mudo)

MELINDUNGI POLISI, PERSPEKTIF KEBIJAKAN HUKUM INDONESIA. by. Dr Slamet Pribadi

Beberapa minggu belakangan kita semua dikejutkan oleh beberapa peristiwa aksi teror terhadap Polisi dan Kantor Polisi, diperlihatkan drama sadisme kepada kita semua, bahwa petugas kepolisian yang sedang bertugas dihabisi nyawanya dengan cara-cara yang tidak berperikemanusiaan. Bahkan ada yang sedang berseragam. Tampak pelaku sadar dan paham bahwa yang akan dicelakai itu adalah petugas yang sedang berdinas, terlihat dari seragam dan atributnya berkarakter Polisi.

Pelaku telah sadar sebagai kepastian, bahwa yang diserang itu adalah aparatur negara atau fasilitas negara yang dibangun dari keringat rakyat, atau setidak-tidaknya disadari di kantor Polisi itu ada orang yang berseragam Polisi dan pasti sedang berdinas.

Drama menghabisi nyawa, atau penganiayaan berat atau penghinaan terhadap petugas Polisi yang tampak nyata sedang bertugas bisa terulang kembali di masa masa akan datang. Tidak perlu harus menunggu pelakunya adalah seorang yang terduga teroris atau sedang terjadi peristiwa Terorisme.

Suatu saat akan ada peristiwa lainnya. sebagai misal, oleh seseorang yang tidak mau ditilang, atau tidak bersedia ditertibkan, sesaat kemudian berbalas balik Sang Polisi dianiaya atau dihina, dan Polisi dengan sabar menghadapi, meskipun bajunya sampai sobek, atribut dan topinya berjatuhan, hal ini tak dibalas takut di-bully oleh masyarakat yang berpandangan negatif, atau kawatir berbuntut hukuman disiplin oleh pimpinannya karena sang Polisi membalasnya dengan perbuatan setimpal dan menyakitkan.

Di mata publik, Polisi bisa saja bagaikan Dewa, yang berhasil memberikan solusi atas persoalan sosial di masyarakat dan sukses melaksanakan tugas sebagai alat perubahan sosial dan sebagai alat cooling system, ketika situasi memanas namun tidak sampai terlalu panas, karena kehadiran Polisi.

Namun di sisi lain, Polisi juga bisa dipandang sebagai bagian dari masalah masyarakat, saat diketemukan adanya Polisi yang Korup, bahkan sebagian masyarakat merasa muak melihatnya, dan berpikiran Polisi seperti itu harus diberikan hukuman yang setinggi tingginya sebab dia seorang aparat yang telah disumpah sebagai Polisi yang dilengkapi dengan kewenangan dan kekuasaan Kepolisian.

Terhadap Polisi nakal dan menyimpang patutlah diberikan hukuman yang setimpal atau ada hukuman tambahan atau pemberatan karena dia aparatur negara yang menyimpang dari kewajiban profesinya

Di dalam pasal 2 Undang undang no 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Relublik Indinesia mengatakan; “Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat”.

Ini menunjukkan bahwa Polri adalah salah satu pelaksana fungsi pemerintahan bersama sama dengan fungsi pemerintahan lain yang melaksanakan pekerjaan administratif dan operasional pemerintah dalam melaksanakan amanah rakyat.

Sebagai aparatur negara, sebagai pelaksana tugas kenegaraan yg merupakan representasi negara dalam keadaan aktif untuk melayani masyarakat, memelihara kamtibmas dan melakukan penegakan hukum, idealnya Polisi harus diberikan perlindungan hukum yg cukup. Tidaklah pantas Polisi di saat melaksanakan tugas sebagai apartur negara ini Polisi mati sia-sia, terhina sia-sia.

Saya belum pernah melihat penegak hukum melindungi Polisi sepenuhnya, menurut kekuasaaan tugasnya, dalam berkas berkas pemeriksaan mereka, dalam tuntutan pidana mereka, dalam pertimbangan putusan, maupun dalam putusan pidana mereka, bahkan sampai di tingkat penjara, ketika ada pelaku yang bertindak kriminal terhadap Polisi yang sdg bertugas.

Atau ke depan yang perlu dilindungi bukan hanya Polisi yang sedang bertugas, termasuk aparatur lainnya yang sedang sedang menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Baik tugas administratif maupun operasional. Berupa hukuman pemberatan. Begitu juga sebaliknya kalau aparat melanggar atau melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas, aparatur negara tersebut perlu mendapat hukuman yang berat. Berupa hukuman tambahan juga

Berpikir melindungi Polisi harus ada di lingkungan pemegang kebijakan hukum, legal drafter, dan para penegak hukum. Agar Polisi bisa maksimal dalam melindungi dan melayani masyarakat, dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta dalam melakukan penegakan hukum.
Negara ini akan kuat dan terhormat, jika Polisinya dan aparatur negara lainya kuat dan terhormat lahir dan batin.

KUHP kita sebagai hukum positif belum maksimal dalam memberikan perlindungan hukum terhadap aparatur negara yg sedang bertugas, khususnya Polisi. Ancaman hukumannya di KUHP terlalu ringan, tidak lebih dari setahun, jika menjadi putusan pengadilan bisa hanya beberapa bulan, tentu hal ini tidak memberikan efek jera. Dan drama kriminalisasi terhadap Polisi yang sedang bertugas akan terus terjadi di hadapan mata kita

Rumusan hukum yang tegas belumlah ada, untuk memberikan perlindungan secara yuridis terhadap Polisi yg sedang bertugas. Sehingga payung hukumnya belum tersedia untuk melindungi Polisi.

Implementasi Perlindungan terhadap Polisi yg sedang bertugas harus segera dilakukan. Sebuah kerugian besar bagi negara dan bangsa ini manakala tenaga profesional dan terlatih untuk melindungi masyarakat ini meninggal dan teraniaya disaat berdinas.
Ke depan dalam rancangan KUHP dan rancangan amandemen UU Kepolisian harus menjadi bagian dari kebijakan hukum. (dicopy dari Media Patronnews)

POLRES SOLOK KOTA, GIAT SOSIAL SAT LANTAS POLRES SOLOK KOTA DAN BHAYANGKARI CABANG SOLOK KOTA “BERBAGI TAKJIL TERTIB BERLALU LINTAS”

PID Humas polressolokkota, Sat Lantas Polres Solok Kota bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Solok Kota Bagi – Bagi Takjil dengan tema kegiatan “berbagi takjil tertib berlalu lintas”

Bulan Ramadhan adalah salah satu deretan bulan yang mulia di antara bulan lainnya, didialam bulan ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak amalan utama serta doa untuk meraih ampunan Allah SWT.
Dari kesekian banyak amaliyah ramadhan, salah satu amalan yang tidak luput dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah memperbanyak sedekah atau berbagi dengan sesama. Lebih utama lagi berbagi dengan sesama, untuk berbuka puasa.
Kesempatan ladang ibadah ini, tidak disia – siakan oleh Kepolisian Resort (Polres) Solok Kota. Jumat, (18/05/2018) Polres Solok Kota bersama Bhayangkari cabang Solok Kota bagi – bagi takjil ke pengendara yang melintas di depan Markas Polres Solok Kota.

image

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak,SH, Ketua Bhayangkari Kota Solok Ny.Meiza Dony Setiawan beserta Wakil Ketua Ny. Danti Sumintak, Kasat Lantas Polres Solok Kota IPTU Rifaizal Samual,S.I.K dan jajaran Sat Lantas, serta para pengurus Bhayangkari cabang Solok Kota.

image

Ketua Bhayangkari Kota Solok Ny.Meiza Dony Setiawan didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Ny.Danti Sumintak dan segenap pengurus Bhayangkari cabang Solok Kota menyatakan kegiatan bagi – bagi takjil ini merupakan kegiatan rutin Polres Solok Kota, yang pada Ramadhan kali ini Polres Solok Kota melaksanakan lebih awal.
Dikatakannya, takjil ini dibagikan kepada pengendara yang melintasi depan Mapolres Solok Kota, dengan harapan pengendara yang masih di berkendara bisa segera berbuka jika nanti belum sampai di tempat tujuannya.
Ditambahkannya, Takjil berupa berbagai jenis kolak dan bubur ini diberikan kepada pengendara khususnya yang tertib berlalu lintas.

Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polres Solok Kota Rifaizal Samual,S.I.K, bahwa bagi – bagi takjil ini ditujukan kepada masyarakat pengendara lalu lintas, khususnya yang tertib berlalu lintas dan melintasi Markas Polres Solok Kota.
Dijelaskannya, melalui kegiatan ini sekaligus dalam rangka mendekatkan diri ke masyarakat.
“Kegiatan ini, selain dalam rangka berbagi dengan masyarakat ppengguna lalu lintas, khususnya pengendara yang tertib dan disiplin dalam berlalu lintas, juga sebagai wadah untuk berbaur dan mendekatkan diri pada masyarakat” jelas IPTU Rifaizal Samual.

image

Melalui kegiatan ini, Sat Lantas Polres Solok Kota juga menyampaikan himbauan akan pentingnya tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri.
“Kita menghimbau, meskipun dalam rangka bulan Ramadhan dan berpuasa, akan tetapi ketertiban berlalu lintas tetap menjadi prioritas bagi pengendara di Kota Solok,  imbuhnya (stmudo)

PEMIMPIN ISIS TERNYATA AGEN MOSSAD ISRAEL

Berita Now – Sejumlah media asing, diantaranya Veterans Today, mengabarkan pemimpin ISIS Abu Bakar Al – Baghdadi adalah orang Yahudi tulen, yg paling mengejutkan adalah, disebutkan bahwa dia sejatinya adalah agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel).
Disebutkan bahwa nama asli Abu Bakar Al – Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi dan direkrut serta dilatih Mossad utk membuat kekacauan di kawasan Timur Tengah serta perang sesama masyarakat Arab dan muslim.

Hal ini makin menguatkan bocoran rahasia dari mantan agen NSA (dinas rahasia Amerika Serikat) Edward Snowden, yg menyebut ISIS sebenarnya adalah bentukan dari intelijen Amerika Serikat, Inggris dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yg mengklaim kekhalifahan Islam dg Abu Bakar Al – Baghdadi diusung sebagai khalifah utk menarik para militan Islam dari seluruh dunia bergabung di dalamnya.

Bukti nyata bahwa ISIS adalah bentukan Israel makin menguat ketika organisasi militer ini justru menyerang negara-negara Arab yg sedang kacau, diantaranya Irak dan Suriah.

ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan berhasil menguasai kota besar Mossul di Irak.

Mengklaim sebagai organisasi militer bernafas Islam, kelompok ini justru meledakan makam Nabi Yunus dan mengancam akan meledakkan Ka`bah (Kiblat umat muslim se-dunia). ISIS juga mengancam menghancurkan Pemerintahan Hamas di Gaza Palestina , yg saat ini sedang diserang Israel .

Parahnya di Indonesia, ISIS justru mendapat simpati dari sejumlah orang yg langsung sukarela mendaftarkan diri sebagai pengikut. Tanpa menyelidiki atau mencari kebenaran informasi tentang ISIS, sedikitnya 56 orang Indonesia sukarela menjadi anggota ISIS.

Adalah fakta bahwa para militan ISIS yg luka dirawat di RS Israel di Dataran Tinggi Golan, perbatasan Suriah. Setelah sehat dikembalikan. Tak satupun peluru ISIS ditembakkan ke wilayah Israel, padahal sebagian wilayah pendudukan mereka berbatasan dgn Golan (wilayah Suriah yg dicaplok Israel).

Pembentukan ISIS adalah strategi “madu”, menarik para lebah militan Islam yg secara polos terpesona  utk hijrah ke negara “Khalifah”.
Setelah terkumpul dan terpisah dgn yg moderat, setelah dimanfaatkan, langkah Israel dan Barat adalah membasmi habis para militan tsb, dgn pemboman cara genoside. Itu metode Seperti memisahkan serigala dari domba.

ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara yg berbatasan dgn Israel : Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai, agar negara Zionis aman, dengan taktik adu domba, perang saudara, issu Sunni versus Syiah, moderat versus  fundamentalis, Islam versus Krisren, Kurdi versus Arab . Banyak muslim termakan issu tsb, termasuk di Indonesia.

Sekali lagi, ini adalah grand design Zionis Yahudi

Waspadalah, ayo lawan ISIS dan Antek2nya…!!!

Mari Sebarkan agar ISIS tidak Berkembang di Indonesia & Skenario Jahat Zionis Yahudi Israel la’natullah ‘alaih akan Terbongkar & Gagal…!!! (St Marah)

MEMBURU ABU BAKAR, GURU DARI PARA BOMBER DI SURABAYA

PID humas ressolokkota, Antara/Berita terkini. Nama Ustaz Abu Bakar mencuat pascateror ledakan di Surabaya. Dia merupakan mentor dari para keluarga teroris yang melakukan serangkaian aksi bom bunuh diri. Baik Dita Oepriarto, Anton Ferdiantono, hingga Tri Murtiono merupakan murid dari Abu Bakar. Sosok Abu Bakar pun kini tengah diburu polisi

Dita Opriarto merupakan pelakui aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi. Tiga gereja itu adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta. Dita melakukan aksinya bersama keluarganya, yakni sang istri Puji Kuswati dan empat orang anaknya. Mereka tewas dalam aksi tersebut. 

Sementara itu, Anton Ferdiantono merupakan pelaku ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo pada Minggu (13/5) malam. Anton diduga tak sengaja meledakkan dirinya saat mencoba merakit bom di kediamannya. Kala itu, Anton tewas bersama istrinya Puspita Sari, serta seorang anak. Dua anak Anton lainnya mengalami luka-luka dan tenga dirawat.  

Pada Senin (14/5) pagi, Tri Murtiono meledakkan dirinya di Polrestabes Surabaya. Tri meledakkan dirinya bersama istrinya Tri Ernawati dan tiga orang anaknya. Namun, salah satu anak Tri berhasil diselamatkan dan kini tengah dirawat di rumah sakit. 

Untuk mengetahui siapa sebetulnya Abu Bakar dan bagaimana dia menancapkan pengaruhnya kepada keluarga Dita, Anton dan Tri, kumparan (kumparan.com) menyajikan beberapa poin penting yang harus Anda ketahui. 

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin pertama kali menyebut keterlibatan Ustaz Abu Bakar dalam aksi bom di Surabaya pada Selasa (15/5). Dia mengatakan pihaknya tengah memburu sosok tersebut. 
Sebelum peristiwa bom terjadi, Ustaz Abu Bakar selalu menggelar pengajian pekanan di rumah pelaku teror tiga gereja. Pengajian itu dilakukan di rumah Dita di Perumahan Wonorejo Asri (Wisma Indah), Rungkut, Surabaya.

Jemaah Ustaz Abu Bakar adalah Dita, Anton dan Tri. Kini, ketiga jemaahnya itu tewas dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan di beberapa titik di Surabaya. 
Selama pengajian berlangsung, baik Dita, Anton maupun Tri mengajak istri dan anak-anak mereka untuk ikut di dalamnya. 
Penanaman paham radikalisme kepada anak-anak keluarga teroris di Surabaya dilakukan di pengajian tersebut. Terungkap bahwa anak-anak mereka diajak menonton tayangan jihad di dalamnya. 
Pada tahun 2016 lalu, polisi menyebut bahwa Ustaz Abu Bakar pernah menyambangi terpidana teroris Abu Bakar Baasyir di Rutan Gunung Sindur, Bogor. (stmudo)
Artikel Asli 248 LINEfacebooktwitterwhatsappblackberr.

SPONTANITAS WARGA KOTA SOLOK, BUBUHKAN TANDA TANGAN PADA SPANDUK TURUT BERDUKA ATAS GUGURNYA 6 ANGGOTA POLRI DALAM AKSI TERORIS.

PID humas ressolokkota, dalam merespon moral masyarakat dalam menghadapi aksi teroris, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, bahwa negara dan rakyat Indonesia tidak pernah takut dengan aksi terorisme.

image

Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 12-13 Mei 2018, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan SIK MH, memerintahkan anggotanya untuk mensupport masyarakat Kota Solok untuk bersama – sama menghadapi ancaman teroris, “Kita tidak takut dengan aksi teroris dan kita akan pernah menerima keberadaan teroris khususnya di Kota Solok,  dan Kapolres juga meminta doa warga masyarakat Kota Solok setelah membubuhkan tanda tangan tersebut, menyempatkan berdoa untuk mereka yang telah gugur sebagai kusuma bangsa.

image

Pada malamnya hari Sabtu (12/04)  pukul 22.00 wib di Taman Syech Kukut Kota Solok, masyarakat datang beramai-ramai membubuhkan tanda tangannya pada spanduk “ikut berduka atas gugurnya anggota Polri dalam aksi teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua”.

image

Esok paginya Minggu (13/04) pukul 07.00 wib,  di Taman Kota Solok,  pada acara Jalan Sehat Bulan Bhakti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kota Solok tahun 2018 dan  acara Sinergitas TNI-POLRI dan Pemkot Kota Solok Bhakti Sosial dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadhan 1439 H, bulan penuh Berkah di Makodim 0309 Solok,  masyarakat peserta kegiatan jalan sehat bulan bhakti dan kegiatan bhakti sosial menyempatkan membubuhkan tanda tangannya pada spanduk Ikut berduka tersebut, sekaligus berdoa.

Kapolres Solok Kota menjelaskan
dalam kegiatan tersebut masyarakat Kota Solok diharapkan dapat memberikan dukungan moral terhadap kinerja Polri dalam memberantas Aksi terorisme dan menentang kelompok radikal berkembang di negara kita, khususnya di Kota Solok.
Secara umum TNI – Polri, Pemerintah daerah dan masyarakat secara bahu mambahu harus mampu mengikis habis segala bentuk kegiatan dan aksi terorisme.

Walikota Solok Zulalfian SE,  Wawako Solok Reinir serta Dandim 0309 Solok Letkol Arm Prio Iswahyudi ikut membubuhkan tanda tangan pada spanduk tersebut,  Walikota menyampaikan kepada media, akan mendukung penuh TNI – Polri untuk memberantas segala bentuk aksi terorisme di Kota Solok, pemerintah daerah kota Solok tidak ingin masyarakat terpengaruh segala bentuk paham terorisme yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam,  apalagi kota Solok merupakan Kota serambi madina, mayoritas masyarakat beragama islam dan sangat kental sekali, terlihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang religius, jelas Walikota. (stmudo)